Thursday, 23 April 2026
above article banner area

Interpretasi Hasil Tes

Untuk menginterpretasikan hasil tes, dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu interpretasi beracuan kriteria dan interpretasi beracuan norma. Interpretasi beracuan kriteria dilakukan apabila hasil tes dipergunakan untuk menentukan penguasaan siswa terhadap sejumlah tujuan belajar (kompetensi). Apabila hasil tes dipergunakan ntuk membandingkan prestasi yang dicapai oleh siswa yang satu dengan siswa yang lain, maka dilakukan interpretasi beracuan norma.

Cara sederhana melakukan interpretasi hasil tes sebagai berikut:

  1. interpretasi beracuan kriteria

Tujuan interpretasi ini adalah untuk mngetahui apa yang apat dan apa yang tidak dapat dilakukan oleh siswa. Oleh karena itu, hasil tes dinterpretasikan berdasarkan sasaran belajar yang telah dirumuskan. Karena tes beracua kriteria digunakan untuk mengukur penguasaan atau kompetensi minimum, seringkali diperlukan uraian kegiatan atau anka batas tentang kriteria tingkah laku yang akan diukur atau mempergunakan standar perbuatan. Standar perbuatan penting untuk mebedakan orang yang dapat melakukan perbuatan dengan orang yang tidak dapat melakukan perbuatan yang sama. Standar dapat berupa kecepatan bebuat, ketelitian pengukuran, atau prosesntase soal yang dapat dijawab dengan benar.

Contoh: siswa dapat merangkai kit panas selama 10 menit

Siswa dinatakan tnntas bila mencapai 75% TPK

  1. interpretasi beracuan norma

Interpretasi hasil tes beracuan norma dilakukan dengan membuat peringkat, misalnya membuat peringkat sederhana berdasarkan skor mentah atau peingkat persentil. Selain itu, dapat dialkukan dengan menggunakan angka standar seperti standar 9, skor Z atau skor T.

1)      peringkat sederhana

Peringkat sederhana adalah cara yang lazim dilakukan oleh guru di kelas. Caranya adalah dengan menulis skor-skor yang diperole oleh setiap siswa di papan tulis mulai dari yang tertinggi sampai ke yang terendah. Dengan cara ini siswa dapat mengetahui peringkatnya dianatara teman-temannya.

2)      peringkat persentil

Peringkat persentil dibuat dengan mengolah skor mentah. Peringkst persentil menunjukkan kedudukan relatif siswa berdasarkan prosesntas anggota kelompok yang mempeoleh angka diatas atau di bawah angka siswa. Misalnya siswa memperoleh angka 33 setara dengan peringkat persentil 80%, ni berarti 80% angota kelompok mendapat angka 33 atau kurang dari 33.

Share
below article banner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *