Membaca surat-surat dalam al Qurán, terdapat satu surat yang diberi nama An-Nisa’ yang artinya perempuan. Tidak ada surat dalam al Qurán yang diberi nama ar Rijal atau laki-laki. Saya menangkap bahwa pemberian nama an-Nisa’ dalam surat al Qurán itu, menunjukkan betapa penting posisi perempuan dalam kehidupan keluarga, bangsa, dan bahkan ...
Read More »Cara Mulia Seorang Ibu Dalam Mendidik Putra-Putrinya
Sudah menjadi kebiasaan, bahwa ada saja mahasiswa yang mengajak saya, berdiskusi tentang hal-hal yang dianggap menarik. Suatu saat, mahasiswa yang datang ke kantor agak berbeda dari mahasiswa lainnya. Perbedaan itu saya rasakan dari penampilan dan kecekatannya dalam menunjukkan ayat-ayat al Qurán sebagai rujukan pembicaraannya. Dari pembicaraan itu akhirnya saya ...
Read More »Wanita Jepang
Hari Jum’at yang lalu, UIN Maliki Malang menyelenggarakan kuliah tamu, yang diberikan oleh Dr.HC Anni Ewasaki dari Jepang. Pembicara ini sebenarnya lahir di Indonesia, tetapi bersuami orang dari negeri Sakura. Bersama suami dan putra putrinya, ia bertempat tinggal di Jepang, tetapi setiap saat datang ke Jakarta, karena ia aktif sebagi ...
Read More »Posisi Strategis Kaum Perempuan
Sekalipun dalam sejarah, tidak ada seorang pun perempuan ditunjuk sebagai rasul, tetapi islam sedemikian tinggi memuliakan terkadap kaum perempuan. Kaum perempuan dalam Islam sangat dimuliakan. Dalam al Qurán di antara 114 surat, terdapat satu surat yang diberi nama surat an Nisa’’, yang artinya adalah perempuan. Surat itu dalam al Qurán ...
Read More »Memuliakan Kaum Ibu
Hari ini, tanggal 22 Desember, dikenal sebagai hari ibu. Rasanya memang tepat, kaum ibu mendapatkan perhatian secara khusus oleh semuanya saja. Ibu harus dihormati dan diposisikan pada tempat yang mulia. Agama juga mengajarkan hal yang demikian itu. Sampai ada hadits nabi, yang mengatakan bahwa sorga berada di bawah telapak kaki ...
Read More »Menggugat Demokrasi
Sekalipun banyak orang sangat membanggakan dengan demokrasi di Indonesia, ternyata ada saja sementara orang yang masih menggugatnya. Pelaksanaan demokrasi pada akhir-akhir ini dianggap justru menjadikan masyarakat ini terlalu bebas, dan akibatnya menganggu norma-norma kehidupan yang dirasakan lebih memberikan ketenangan masyarakat. Beberapa hari yang lalu saya ketemu dengan pensiunan pegawai negeri ...
Read More »Pelajaran Dari Melepas Jamaáh Haji
Selama ini bagi masyarakat tertentu, ibadah haji dipandang sedemikian mulia, melebihi jenis ibadah lainnya. Pergi haji dianggap bukan sebagai bepergian biasa. Tatkala orang berangkat haji, tidak sebagaimana bepergian ke kota atau negara lain, selalu mendapatkan perhatian dan penghormatan dari keluarga, tetangga dan para kenalan lainnya. Jika ada keluarga yang naik ...
Read More »Melapangkan Beban Orang Lain
Ada hadis nabi yang mengatakan bahwa, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. Hadits pendek ini sering saya dengar di berbagai kesempatan, disampaikan oleh para mubaligh, kyai, dan bahkan juga pejabat pemerintah tatkala memotivasi bawahannya. Dengan demikian, hadits tersebut menjadi sedemikian popular, dikenal, dan dipahami ...
Read More »Bertakziyah Ke Keluarga Bahagia
Beberapa hari yang lalu, saya bertakziyah ke keluarga yang terkena musibah, wafat. Pada umumnya, setiap orang yang datang bertakziyah merasa sedih. Saya pun sesungguhnya merasa hal yang sama. Tetapi di balik kesedihan itu, saya merasakan ada kebahagiaan tersediri. Kebahagiaan saya, ketika itu, bukan karena saya membenci terhadap orang yang meninggal, ...
Read More »Tatkala Pendidikan Terlalu Diformalkan
Semula pendidikan hanya berlangsung sederhana, yakni dilakukan oleh orang tua masing-masing di dalam kehidupan keluarga. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya, ketika masyarakat semakin maju seperti sekarang ini, pendidikan diurus oleh lembaga dan bahkan juga pemerintah. Pendidikan kemudian ada yang bersifat formal, selain yang masih bersifat informal dan non formal. Pendidikan yang ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
