Hubungan efikasi diri dengan kecemasan berbicara di muka umum Efikasi diri merupakan sumber kekuatan individu dalam mencapai tujuan atau menjalankan tugas-tugas kehidupan. Bandura (1977) menyebutkan perilaku individu dalam mencapai tujuan dapat diprediksikan melalui tingkat efikasi diri. Perilaku sebagai ekspresi dari efikasi diri dapat dilihat pada tingkat alokasi energi yang ...
Read More »Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan berbicara di muka umum
Faktor–faktor yang mempengaruhi kecemasan berbicara di muka umum Pengalaman masa lalu individu dapat menjadi sumber kecemasan sewaktu berbicara di muka umum. Adler dan Rodman (1991) menyebutkan dua faktor penyebab kecemasan berbicara di muka umum, yaitu pengalaman negatif di masa lalu dan pikiran tidak rasional. a. Pengalaman negatif masa lalu ...
Read More »Aspek-aspek kecemasan berbicara di muka umum
Aspek–aspek kecemasan berbicara di muka umum Burgoon dan Ruffner (1978) menyebutkan ada 3 aspek yang mempengruhi kecemasan berbicara di muka umum yaitu keengganan (unwillingness), tanpa ganjaran (unrewarding) dan tidak terkendali (uncontrol). a. Keengganan adalah ketiadaan minat individu melakukan berbicara di muka, sehingga ada usaha untuk menghindar bila melakukan ...
Read More »Proses pembentukan Peran Jenis
Proses pembentukan Peran Jenis Menurut Richmond (1992) proses pembentukan peran jenis pada masing-masing individu akan dijelaskan melalui empat teori besar, sebagai berikut: a. Teori psikoanalisa. Menurut Freud bahwa perkembangan peran jenis dengan menekankan pada pengidentifikasian terhadap orangtua yang berjenis kelamin sama sebagai mekanisme yang menjadikan seorang anak menjalani sex typed. ...
Read More »Faktor-faktor yang mempengaruhi altruisme
Faktor-faktor yang mempengaruhi altruisme a. Faktor kepribadian Satow (Sears dkk,1994) mengamati bahwa orang yang mempunyai tingkat kebutuhan yang tinggi untuk diterima secara sosial, lebih cenderung menyumbangkan uang bagi kepentingan amal dari pada orang yang mempunyai tingkat kebutuhan rendah untuk diterima secara sosial, tetapi hanya bila orang lain menyaksikan b. Faktor ...
Read More »Aspek-aspek Altruisme
Aspek-aspek Altruisme Aspek-aspek altruisme mengacu pada Choen (Staub 1978) yang menyatakan bahwa dalam altruisme terdiri dari tiga hal yaitu : a. Perilaku memberi Perilaku ini bersifat menguntungkan bagi orang lain yang mendapat atau yang dikenai perlakuan dengan tujuan memenuhi kebutuhan atau keinginan orang lain, perilaku ini dapat berupa barang ...
Read More »Pengertian Altruisme
Pengertian Altruisme Menurut Walstern, dan Piliavin (Deaux, 1976). Perilaku altruistik adalah perilaku menolong yang timbul bukan karena adanya tekanan atau kewajiban, melainkan tindakan tersebut bersifat suka rela dan tidak berdasarkan norma–norma tertentu, tindakan tersebut juga merugikan penolong, karena meminta pengorbanan waktu, usaha,uang dan tidak ada imbalan atau pun reward dari ...
Read More »Membentuk keluarga harmonis
Membentuk keluarga harmonis Keluarga harmonis dimulai dengan keluarga yang akrab. Diperlukan upaya dan cara pandang yang lebih matang untuk menciptakannya, banyak hal yang dapat mempengaruhi kualitas dari keharmonisan tadi. Namun yang lebih penting adalah menjaga keintiman, caranya adalah: 1. Toleransi. Toleransi disini adalah memahami bahwa orang-orang yang kita cintai mungkin ...
Read More »Pengertian Karir
Pengertian Karir Pengertian karir ditafsirkan beragam oleh para ahli sesuai disiplin ilmunya. Menurut Simamora (2001:505) karir adalah “ Urutan ak tifitas-aktifitas yang berkaitan dengan pekerjaan dan perilaku-perilaku, nilai-nilai, dan aspirasi seseorang selama rentang hidup orang tersebut”. Perencanaan karir merupakan proses yang disengaja di mana dengan melaluinya seseorang menjadi ...
Read More »FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU Beberapa teori yang telah dicoba untuk mengungkapkan determinan perilaku dari analisis fakto-faktor yang mempengaruhi perilaku, khususnya perilaku yang berhubungan dengan kesehatan, antara lain : (Notoatmodjo, 2003) Teori Lawrence Green (1980) Menurut Green, perilaku dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yakni: a. Faktor predisposisi (predisposing ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
