Mungkin orang tidak banyak tahu, atau tidak percaya bahwa dulu saya punya penyakit, yakni perasaan tidak percaya diri yang berlebihan. Saya merasa rendah diri, terlalu kecil, sepele, dan atau menjadi orang yang paling rendah. Penyakit seperti itu lama sekali saya derita. Bahkan sampai kuliah di perguruan tinggi, perasaan yang sangat ...
Read More »Merumuskan Cita-Cita UIN Maliki Malang Ke Depan
Ada saja orang bertanya tentang UIN Maliki ke depan. Saya sebagai rector selalu menjawab, bahwa perguruan tinggi Islam negeri di Malang ini akan diantarkan menjadi kampus yang unggul dan berwibawa. Menjelaskan melalui contoh ternyata lebih mudah. Oleh karena itu, saya jelaskan bahwa UIN Maliki Malang suatu saat akan menjadi seperti ...
Read More »Kunci Keberhasilan Meraih Cita-Cita Bersama
Saya sangat berbahagia, ternyata tulisan saya kemarin, tentang cita-cita UIN Maliki Malang ke depan, mendapat respon yang cukup tinggi. Semua menyambut positif dan percaya, bahwa cita-cita itu akan dapat diraih. Padahal mereka tahu, bahwa terkait dengan umur dan juga peraturan yang ada, saya sudah tidak akan mungkin lagi bisa memimpin ...
Read More »Bentuk Pelajaran Baru Yang Memprihatinkan
Tulisan ini bukan bermaksud menunjukkan titik lemah reformasi yang sudah bergulir selama lebih dari 10 tahun di negeri ini. Peristiwa apapun memang selalu memiliki ekses atau dampak yang kadang kurang menyenangkan. Begitu pula reformasi di negeri kita ini. Dampak positif reformasi, siapapun mengakui, cukup besar bagi bangsa Indonesia. Tetapi harus ...
Read More »Bangsa Yang Sehat
Bangsa sehat tidak selalu sama artinya dengan bangsa yang kaya. Bisa jadi, bangsa itu kaya tetapi tidak sehat. Demikian pula sebaliknya, bisa jadi bangsa itu miskin, tetapi sehat. Memang semua orang menginginkan menjadi sehat dan sekaligus kaya. Tetapi kalau harus memilih, kiranya akan lebih memilih sehat sekalipun miskin, dari pada ...
Read More »Bangsa Besar
Sejak awal bangsa ini bercita-cita menjadi bangsa besar. Kebesaran itu bukan hanya dilihat dari jumlah penduduknya semata, melainkan karena memiliki pikiran dan jiwa besar. Jumlah besar tidak selalu banyak memberi arti, jika tidak bisa memberi apa-apa terhadap yang lain, apalagi kebesarannya itu hanya menjadi beban. Selain itu, besarnya jumlah penduduk ...
Read More »Mengurus Anak Yatim Dan Orang Gila
Ketika menghidupkan komputer, mau menulis sebagaimana biasa saya lakukan ba’da sholat subuh, teringat apa yang selalu dilakukan oleh ayah saya ketika masih hidup, yaitu mengurus anak yatim dan orang gila. Sekalipun beban hidupnya, saya ikut rasakan sedemikian berat, karena sudah mengurus anak-anaknya yang jumlahnya sekian banyak, ayah masih menambah beban ...
Read More »Sukses Karena Berbekal Jiwa Pekerja
Salah satu kebiasaan yang selama ini saya lakukan adalah selalu memanfaatkan peluang untuk belajar di mana, dari mana, dan kapan saja. Sepulang dari Jakarta, di Bandara Soekarno Hatta, kebetulan saya ketemu seorang pengusaha, yang sudah lama saya kenal, tetapi juga sudah sekian lama tidak ketemu. Semula saya lupa dengan orang ...
Read More »Menjadikan Topik-Topik Penelitian Relevan Dengan Problem Pembangunan Agama
Memperbincangkan topik-topik penelitian yang relevan dengan problem pembangunan agama, khususnya bagi Kementerian Agama, setelah memperhatikan alasan-alasan berikut ternyata terasa sangat penting. Alasan-alasan itu di antaranya, pertama, orang berpandangan bahwa hasil-hasil penelitian seharusnya dijadikan sebagai dasar pengembangan sebuah lembaga atau instritusi apapun, apalagi institusi besar semacam Kementerian Agama. Sebuah lembaga tidak ...
Read More »Pesantren Tahfidz Al Qurán
Hari Ahad, tanggal 10 Januari 2010 yang lalu, saya diundang oleh Pengasuh Pesantren al Munawariyah Sudimoro, Bululawang dalam acara wisuda para santri dan sekaligus peringatan Haul para pendirinya. Saya hadiri undangan itu, sekalipun datang agak terlambat, karena pagi itu berangkat dari Jakarta. Pada kesempatan itu, saya diminta untuk memberikan mauidhoh ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
