Pada hari Sabtu, tanggal 26 Maret 2011, saya menghadiri acara haul di pesantren Babakan, Ciwaringin, Cirebon. Saya diundang untuk memberikan ceramah pada acara itu, bersama KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ dari Jakarta. Acara haul itu, diisi dengan berbagai kegiatan, yaitu doa dan dzikir, pembacaan al Qurán, dan ceramah atau pengajian. ...
Read More »Kejujuran Orang Desa
Seperti hal rutin, pada setiap hari minggu, sebagaimana hari minggu kemarin, tanggal 20 Maret 2011, saya menyempatkan pergi ke desa. Saat ini kebetulan sedang terlibat dalam pembangunan beberapa masjid, tidak kurang dari di lima tempat. Empat di antaranya berada di pedesaan, sedangkan yang satu lagi berada tidak jauh dari rumah. ...
Read More »Perguruan Tinggi Di Tengah Tuntutan Formalisme
Jumlah perguruan tinggi di Indonesia ini sudah sedemikian banyak. Yang berstatus negeri, memang hanya sekitar 140-an, di antaranya itu 80-an dikelola oleh kementerian pendidikan nasional, sedangkan sisanya, yaitu sekitar 60-an dikelola oleh kementerian agama. Selain itu, yang justru lebih banyak lagi, yaitu tidak kurang dari 3000-an, berstatus swasta. Umumnya ...
Read More »Berdakwah Dengan Kasih Sayang
Terkait dengan dakwah, saya pernah belajar dari seorang kyai sederhana di pedesaan. Kyai ini selalu mengatakan bahwa dakwah tidak boleh dilakukan dengan cara memaksa, menakut-nakuti, dan apalagi mengancam. Dakwah harus dilakukan dengan sabar, lembut dan penuh bijaksana. Dia mengumpamakan bahwa berakwah itu bagaikan mengisi air dalam gelas. Sebelum air ...
Read More »Ketulusan Orang Desa
Tidak sedikit orang mengira, bahwa kehidupan di desa adalah selalu tertinggal, terbelakang dan rendah. Padahal sebenarnya tidak selalu begitu. Banyak hal-hal yang justru menyenangkan dari kehidupan orang yang jauh dari kota itu. Kehidupan orang desa masih diliputi oleh suasana gotong royong, saling menghargai dan menghormati antar sesama. Mereka saling mengenal ...
Read More »Berburu Belut
Korupsi yang sedemikian makin marak di negeri ini, mengingatkan saya tentang pengalaman tatkala masih kecil di pedesaan dulu. Anak-anak kecil belasan tahun zaman dulu berbeda dengan anak sekarang. Anak zaman dulu belum mengenal HP, computer, game dan lain-lain. Permainannya beradaptasi dengan lingkungannya. Saya sebagai anak desa, hidup di lingkungan pertanian, ...
Read More »Sebuah Mushalla Di Pedesaan
Untuk mengisi waktu luang hari minggu, —-sebagaimana biasa, saya pergi ke pedesaan. Minggu lalu, saya lupa nama desa yang saya kunjungi. Saya masih ingat tempat tersebut, hanya lupa tidak menanyakan nama desa itu. Saya baru sadar bahwa nama desa itu penting saya ketahui setelah pulang, nyampai di rumah kembali. ...
Read More »Berdakwah Dengan Bahasa Hati
Memperbincangkan dakwah, saya teringat pengalaman lama, ketika masih muda. Saya sering kali diajak ayah untuk memenuhi undangan ke kantong-kantong masyarakat yang masih buta agama. Di antara desa yang saya maksudkan itu, bernama Gadean. Sebutan nama desa itu sebenarnya hanya samara saja, agar jika ada warga desa tersebut yang kebetulan membaca ...
Read More »Resiko Berdemokrasi
Dua orang tamu dari desa datang ke rumah saya. Rupanya tidak ada maksud yang terlalu penting dari kedatangan mereka itu, kecuali bersilaturrahmi dan ingin mengungkapkan kekesalannya yang terjadi di desanya. Akhir-akhir ini, dirasakan oleh mereka bahwa kehidupan di desa sudah tidak seperti dulu lagi. Hubungan antar warga masyarakat sudah tidak ...
Read More »Meningkatkan Fungsi Masjid Di Pedesaan
Bagi komunitas Islam, masjid di mana-man, tak terkecuali di desa, menjadi tempat pertemuan penting bagi masyarakat di sekitarnya. Memang di setiap desa telah ada balai desa, balai RW, atau bahkan juga RT, tetapi masjid selalu lebih dirasakan sebagai milik bersama. Hal itu lebih-lebih lagi, jika kebetulan penduduk desa itu semua ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
