Pada hari raya ini saya memang tidak menengok kampung kelahiran. Sejak kedua orang tua tidak ada lagi, acara mudik biasanya saya lakukan pada bulan Ramadhan, untuk berziarah kubur. Ziarah kubur ke makam ke dua orang tua, saya rasakan sebagai kebutuhan yang tidak bisa saya tinggalkan. Berbeda dengan dulu ketika orang tua ...
Read More »Belajar Dari Orang-Orang Jompo Di Desa
Hari Ahad, tanggal 15 Agustus 2010, saya pulang kampung. Setelah ayah dan ibu telah tiada, memang agak jarang pulang ke desa, tempat kelahiran saya. Namun menjelang bulan Puasa atau menjelang hari raya, sekalipun sibuk karena banyak acara, saya selalu sempatkan diri pulang kampung untuk berziarah kubur. Terasa ada sesuatu ...
Read More »Belajar Dari Seorang Petani Desa
Beberapa waktu yang lalu saya pulang kampung, ketemu dengan teman sewaktu masih sama-sama jadi murid SD dulu. Setelah tamat sekolah dasar, ia tidak meneruskan sekolah. Waktu itu, yang bisa meneruskan ke sekolah menengah, hanya anak-anak yang lulus ujian negara. Sedangkan mereka yang tidak lulus, tidak bisa meneruskan, sekalipun jumlahnya banyak. ...
Read More »Pemimpin Transaksional
Banyak orang mengatakan bahwa, masyarakat itu tergantung pada pimpinannya. Jika pimpinannya hebat, maka masyarakat akan dinamis dan berkembang dengan hebatnya. Sebaliknya, jika masyarakat itu dipimpin oleh orang yang biasa-biasa saja, maka masyarakatnya juga tidak akan maju. Apalagi, jika pemimpinnya lembek, maka bisa dibayangkan sendiri keadaannya. Demikian pula sebuah institusi, ...
Read More »Dibutuhkan Bimbingan Dan Bukan Sebatas Contoh Perselisihan
Bangsa ini sesungguhnya sudah sangat memerlukan bimbingan, dalam pengertian yang sebenarnya. Yakni bimbingan bagaimana keluar dari kemiskinan, kebodohan, dan ketetinggalan. Mereka yang miskin jumlahnya sangat besar di negeri ini. Di tengah-tengah kemiskinan itu terdapat pula orang yang terlalu kaya, sekalipun jumlahnya tidak seberapa. Maka terjadi kesenjangan yang sesungguhnya tidak boleh ...
Read More »Bangsa Besar
Sejak awal bangsa ini bercita-cita menjadi bangsa besar. Kebesaran itu bukan hanya dilihat dari jumlah penduduknya semata, melainkan karena memiliki pikiran dan jiwa besar. Jumlah besar tidak selalu banyak memberi arti, jika tidak bisa memberi apa-apa terhadap yang lain, apalagi kebesarannya itu hanya menjadi beban. Selain itu, besarnya jumlah penduduk ...
Read More »Kemana Perginya Para Pemimpin Rakyat?
Beberapa bulan terakhir, lewat media massa kita dibuat sedih oleh berita-berita yang mengenaskan terkait dengan hukum. Beberapa kasus tentang pencurian yang dilakukan oleh orang-orang miskin, menjadi berita. Tidak habis pikir, orang tua miskin sebatas mencuri tiga biji kakau, diadili, dan dipenjara. Dua orang di Kediri mencuri semangka seharga dua puluh ...
Read More »Petani Di Pedesaan
Beberapa hari lalu, saya kebetulan pulang ke desa, tempat kelahiran saya. Sekalipun kedua orang tua sudah tidak ada, suatu saat masih terasa rindu teradap kampung halaman. Kebetulan jaraknya tidak terlalu jauh, cukup bisa ditempuh sekitar tiga setengah jam, menggunakan mobil. Biasanya pulang kampung itu, di hari libur, sekalipun juga tidak ...
Read More »Menjawab Pertanyaan Kyai Maftuh Said
Di Malang selatan, tepatnya Kecamatan Bululawang, desa Sudimoro, terdapat pesantren yang agak unik. Para santrinya kebanyakan masih seusia anak-anak serkolah dasar, bahkan setingkat Taman Kanak-Kanak. Pesantren ini lebih mengkhususkan pada kegiatan menghafal al Qurán. Orang sekitar menyebut pesantren tahfidz al Qurán bagi anak-anak. Pesantren ini, satrinya cukup banyak, berasal dari ...
Read More »Melapangkan Beban Orang Lain
Ada hadis nabi yang mengatakan bahwa, sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain. Hadits pendek ini sering saya dengar di berbagai kesempatan, disampaikan oleh para mubaligh, kyai, dan bahkan juga pejabat pemerintah tatkala memotivasi bawahannya. Dengan demikian, hadits tersebut menjadi sedemikian popular, dikenal, dan dipahami ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
