Teori–teori kepuasan kerja Jewell dan Siegal (1998) secara ringkas membagi teori kepuasan kerja yang berkaitan dengan teori motivasi antara lain: 1. Teori dua faktor (motivator-hygiene). Herzberg (Gibson, 1985) memandang bahwa kepuasan kerja berasal dari dua kelompok yaitu satisfiers dan dissatisfiers. Kelompok satisfiers adalah kelompok yang akan membuat orang ...
Read More »Pengertian kepuasan kerja
Pengertian kepuasan kerja. Konsep kepuasan kerja mempunyasi definisi yang berbeda- beda jika dilihat dari pendapat para ahli, namun pada prinsipnya mereka mempunyai pandangan yang sama tentang pengertian kepuasan kerja sebagai respon emosional dan afeksi. Robbins (1998) mendefinisikan kepuasan kerja sebagai suatu sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. Penekatan yang ...
Read More »Kriteria konsep diri
Kriteria konsep diri Konsep diri dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu positif dan negatif atau tinggi dan rendah. Brooks dan Emmert (dalam Rakhmat, 1985) membuat kriteria konsep diri menjadi positif dan negatif. Konsep diri positif dengan ciri-ciri : a. memiliki perasaan setara dengan orang lain, b. percaya akan ...
Read More »Perkembangan konsep diri
Perkembangan konsep diri a. Masa anak-anak sebagai dasar perkembangan konsep dasar. Pada masa ini pemahaman individu tentang konsep diri belum jelas atau masih samar-samar. Pembentukan yang masih samar-samar ini menjadi dasar pembentukan konsep diri di kemudian hari. Coopersmith (dalam Calhoun dan Acocella, 1990) berpendapat bahwa benih konsep diri ...
Read More »Sumber-sumber efikasi diri
Sumber–sumber efikasi diri Terdapat empat sumber yang dapat dipelajari individu untuk menumbuhkan efikasi diri (Bandura, 1997), yakni : a. Pencapaian prestasi, merupakan sumber efikasi diri paling besar karena individu dapat belajar dari pengalaman memperoleh keberhasilan dan kegagalan pada masa lalu. Pengalaman memperoleh keberhasilan ...
Read More »Dimensi efikasi diri
Dimensi efikasi diri Efikasi diri berkaitan dengan evaluasi individu atas kemampuan dan potensi untuk menyelesaikan tugas kehidupannya. Bandura (1977) menyebutkan bahwa ada tigas aspek yang dapat digunakan untuk mengukur efikasi diri, yaitu : a. Tingkat kesulitan tugas, bahwa setiap masalah memiliki derajat kesulitan yang ...
Read More »Mahasiswa sebagai kelompok remaja
Mahasiswa sebagai kelompok remaja Mahasiswa strata satu rata-rata berada pada perkembangan masa remaja akhir. Memang diantara para ahli tidak terdapat kata sepakat tentang batasan usia remaja. 1. Hurlock (1979) memberi batasan umur 13-18 tahun; 2. Jersild (1967) dengan batasan remaja pada umur 12-21 tahun; 3. Cole (1963) ...
Read More »Faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan berbicara di muka umum
Faktor–faktor yang mempengaruhi kecemasan berbicara di muka umum Pengalaman masa lalu individu dapat menjadi sumber kecemasan sewaktu berbicara di muka umum. Adler dan Rodman (1991) menyebutkan dua faktor penyebab kecemasan berbicara di muka umum, yaitu pengalaman negatif di masa lalu dan pikiran tidak rasional. a. Pengalaman negatif masa lalu ...
Read More »Aspek-aspek kecemasan berbicara di muka umum
Aspek–aspek kecemasan berbicara di muka umum Burgoon dan Ruffner (1978) menyebutkan ada 3 aspek yang mempengruhi kecemasan berbicara di muka umum yaitu keengganan (unwillingness), tanpa ganjaran (unrewarding) dan tidak terkendali (uncontrol). a. Keengganan adalah ketiadaan minat individu melakukan berbicara di muka, sehingga ada usaha untuk menghindar bila melakukan ...
Read More »Studi-Studi Mengenai Tengger Sebelumnya
Studi-Studi Mengenai Tengger Sebelumnya Sebelum karya-karya kontemporer tentang komunitas Tengger beredar. Pada era klasik atau jaman penjajahan Belanda, bahkan naskah-naskah lama era Majapahit cukup memberikan perhatian dalam melihat kebudayaan 64 Edgar, Andrew and Sedgwick, Peter, Key Concept in Cultural Theory. (London. Routledge, 1999) p. 339. 65 Hibriditas merupakan ...
Read More »
Arabiyatuna Arabiyatuna
